Panti Asuhan Lima Bintang

Panti Asuhan Lima Bintang Claimed

#BerbagiTerdekatmu

Average Reviews

Deskripsi

Profil Panti Asuhan

  • Tahun Berdiri : 2019
  • Lokasi : Kota Medan
Anak Asuh : 15 Orang

Cerita Panti Asuhan

Helvetia Tengah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, merupakan lokasi tempat dimana Panti Asuhan Lima Bintang berada. Panti ini didirikan oleh ibu Nidar pada Juli 2019. Saat ini panti mengasuh 15 adik yang berusia 1,5 tahun hingga ada yang sudah menempuh pendidikan di jenjang SMP. Adik-adik ini 11 diantaranya bersekolah di sekolah swasta. Mereka diasuh oleh 5 orang hebat yang 3 diantaranya tidak tinggal di panti. Keseharian mereka dihabiskan dengan bermain, beribadah bersama dan belajar di sekolah formal yang di masa pandemi ini dilakukan dari rumah. Sahabat dapat melihat aktivitas mereka lainnya di akun Instagram milik panti di @pantiasuhan5bintang

Ibu Nidar selaku pendiri dan ketua panti bercerita bahwa pada awalnya tidak terpikirkan sama sekali untuk membangun panti asuhan. Kembali ke masa itu, ibu Nidar merupakan mahasiswi yang sedang menempuh tingkat S1, dan ada anak yang berumur 5 tahun sering tinggal bersama beliau dikarenakan ayahnya yang sudah meninggal dan ibunya yang merupakan pecandu narkoba sering memukul adik tersebut dan akhirnya ibu Nidar tergerak hati untuk merawatnya. Beliau juga bercerita bahwa pada saat itu ada adik yang bernama Milta yang saat ini berusia 2.5 tahun yang ibunya meninggal pada saat ia dilahirkan dan ayahnya tidak ingin merawatnya yang akhirnya diasuh oleh ibu Nidar sendiri. Terdapat juga adik yang paling kecil di panti asuhan bernama Jessica yang mengalami gangguan di telinganya yang selalu mengeluarkan nanah sehingga tidak dapat mendengar. Dokter menyarankan agar Jessica tetap dirawat di Rumah Sakit, tetapi karena keterbatasan biaya, saat ini Jessica hanya dirawat di panti asuhan. Tanpa bantuan dan dukungan dari orang tuanya, ibu Nidar yang sebelumnya berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 pun akhirnya mengurungkan niat dan akhirnya menyewa sebuah kontrakan yang saat ini menjadi tempat Panti Asuhan Lima Bintang berdiri dan merawat adik-adik ini dengan biaya pendidikan S2-nya tanpa memikirkan nasib beliau kedepannya.

Masalah yang dihadapi Panti Asuhan Lima Bintang saat ini adalah biaya kontrakan yang sudah habis dan sempat didatangi pihak dari PLN dan PDAM yang akan memutuskan listrik dan air kontrakan dikarenakan panti belum membayar biaya air dan listrik selama 2 bulan, juga adik-adik yang pernah tidak dapat mengikuti ujian di sekolah dikarenakan belum terbayarkannya biaya sekolah (SPP) selama 3 bulan. ibu Nidar gajinya dipotong setengah di masa pandemi ini, sehingga mempersulit beliau untuk menutupi berbagai biaya operasional panti asuhan. Beliau juga mengatakan bahwa di saat pandemi ini para donatur menjadi jarang mengunjungi panti.
“Saya yakin Tuhan pasti punya rencana lain, (karena) kalau saya sendiri saya tidak sanggup bu” kata Ibu Nidar. Beliau mengatakan bahwa ia sering bersedih di saat sedang sendirian tetapi semua kesedihan itu hilang saat bersama dengan adik-adik ini, beliau tidak ingin mereka ikut bersedih jika beliau memperlihatkan kesedihannya. Ketika ditanya apa harapan beliau untuk panti asuhan, beliau mengatakan hanya satu harapannya, yaitu agar adik-adik ini tidak putus sekolah.

Jika sahabat berkenan, mari kita ikut membantu ibu Nidar untuk dapat terus mengasuh adik-adik yang kurang beruntung ini. Kita bantu agar mereka dapat terus melihat dengan cahaya dari lampu yang menggunakan listrik, mandi dan cuci pakaian mereka dengan air, belajar dan ikut ujian tanpa ada hambatan karena belum terbayarkannya biaya sekolah. Mari kita meniru ibu Nidar yang menolong adik-adik ini tanpa pamrih, tanpa memikirkan dirinya sendiri. Jika sahabat ingin membantu, sahabat dapat menghubungi pihak Panti Asuhan Lima Bintang di nomor whatsapp di kolom kontak informasi, untuk lokasi panti asuhan selengkapnya dapat sahabat lihat melalui tombol kunjungi diatas. (Lukas/070121)

Foto